Tidak hanya sebagai upaya pencegahan, acara ini juga menciptakan suasana solidaritas dan kebersamaan di antara warga Desa Pakis. Kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas, dan kecamatan menjadi contoh sinergi yang dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain. Dengan semangat gotong-royong, masyarakat berharap bahwa kegiatan semacam ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat sistem kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup bersama.
Upaya imunisasi polio di Desa Pakis tidak hanya memfokuskan pada anak-anak di tingkat umur tertentu, melainkan juga merangkul peserta didik di Sekolah Dasar Negeri Pakis dan Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Desa Pakis. Sasaran kini melibatkan anak-anak yang belum pernah menjalani imunisasi polio, mulai dari usia 0 tahun hingga 15 tahun, mencakup rentang usia yang lebih luas.
Dengan melibatkan institusi pendidikan, seperti sekolah dasar dan madrasah, kegiatan imunisasi semakin merata dan dapat mencakup sejumlah besar anak di lingkungan tersebut. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan pentingnya melibatkan seluruh komunitas, termasuk mereka yang berada di lingkungan pendidikan formal, untuk menciptakan perlindungan kolektif yang lebih baik terhadap penyakit polio.
Melibatkan anak-anak hingga usia 15 tahun juga memberikan peluang untuk mencapai kelompok yang mungkin telah terlewatkan dalam program imunisasi sebelumnya. Dengan demikian, kegiatan imunisasi polio di Desa Pakis tidak hanya menjadi langkah preventif tetapi juga menjadi upaya inklusif untuk mencapai cakupan yang lebih luas dalam melindungi generasi muda dari risiko penyakit tersebut.