CEGAH PENGGUNAAN GADGET BERLEBIHAN PADA ANAK, MAHASISWA UIN SATU GELAR FOCUS GROUP DISCUSSION BERSAMA IBU-IBU POSYANDU
Pakis – Rabu (9/01/2024) Tim Kuliah Kerja Nyata UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Desa Pakis, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek menggelar Focus Group Discussion (FGD) Bersama inu-ibu Posyandu.
Kegiatan Focus Grup Discussion atau sering di kenal dengan FGD ini bertemakan pencegahan gadget berlebih pada anak dan dampak yang disebabkan oleh gadget. FGD ini di pimpin oleh mahasiswa UIN SATU jurusan Psikologi Islam, Faridatul Chusna, dan di hadiri 20 orang dari ibu-ibu posyandu.
Kegiatan FGD ini diinisiasi karena kemajuan zaman yang semakin maju diera generasi Z, banyak sekali anak-anak yang sudah memegang gadget secara berlebihan sehingga menghambat perkembangan belajar untuk anak dan membuat anak malas belajar. Maka dengan diadakan FGD ini diharapkan para orangtua mampu berperan, mendukung, serta membersamai pertumbuhan anak dan memiliki waktu luang bersama anak yang lebih banyak untuk mendampingi anak belajar dan lebih terbuka dan banyak bercerita kepada kedua orangtua.
Kegiatan FGD ini membahas mengenai materi parenting, parenting merupakan ilmu tentang mengasuh, membimbing, serta mendidik anak dengan cara yang baik dan benar. Tujuan parenting adalah meningkatkan kesadaran orang tua bahwa mengasuh anak perlu pengetahuan dan tidak boleh sembarangan, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam hal pengasuhan.
Pihak Pengurus Posyandu menyambut baik dengan adanya kegiatan ini, menyampaian materi parenting seperti ini sangat bermanfaat untuk orangtua utamanya dalam mengasuh dan membimbing anak.
Dalam akhir materi, Chusna sebagai narasumber juga memberikan pesan kepada para orangtua agar mengasuh, membimbing, serta mendidik anak dengan cara yang baik dan benar. Suapaya anak tidak mudah tantrum dan berani membantah kepada orangtua.
“Semoga dengan adanya FGD seperti ini bisa dipraktekkan para orang tua dalam kehidupan sehari-hari tentang cara mendidik anak yang baik dan benar.”